Langsung ke konten utama

XI ATU Agribisnis Ternak Unggas Pedaging

Mari kita bahas materi kemarin sore..
Berhubung selesai diskusi materi dengan anak2. Kita langsung cusss ke kota, maklum akhir pekan.

Akhir pekan ini kita di kota, ada arisan keluarga sekaligus menghadiri undangan pernikahan tetangga di kota... Lets go.. Bismillah.

Sambil menanti pagi, mari kita pelajari kembali yang kita bahas kemarin sore.. Ready???.

Materi yang kita bahas adalah : persiapan Brooding / indukan ayam pedaging.

Sebelumnya sudah kita bahas soal persiapan kandang dna lingkungan, sudah kita praktek kan juga.. Sekarang kita berada di tahap persiapan. Brooding..

Yang perlu disiapkan adalah perlengkapan atau peralatan brooding. Tapi sebelumnya kita bahas dulu apa sih brooding?
Brooding adalah indukan atau tempat untuk DOC (Day Old Chick) atau anak ayam akan dipelihara dan disesuaikan dengan kebutuhan DOC yang sesuai dengan induknya. Dengan kata lain, brooding adalah induk buatan.

Kenapa perlu induk buatan?
Ya..
1. Sebagai pengganti induk
2. Mengkondisikan DOC dan anak ayam sesuai kebutuhan pertumbuhannya
3. Menjaga ternak dari pemangsa
4. Memudahkan perawatan dan penangannya
5. Memudahkan pengontrolan pertumbuhan ayam.

Nah... Apa saja sih yang diperlukan agar yg brooding yang kita buat sesuai dengan kebutuhan anak ayam?

1. Alas kandang
Kandang yang sebelumnya sdh disiapkan dan dikapuri kemudian diberi alas kandang agar litter tidak tumpah sekaligus agar anak ayam yang dipelihara tidak terjatuh.
Alas kandang ini bisa terbuat dari terpal, sarlonet, jaring atau karung bekas yang sebelumnya dibuka dan dileburkan terus dirangkai satu sama lain.

2. Pembatas atau sekuat (chickguard)
Berfungsi sebagai pembatas atau penentu luas brooding yang dibutuhkan oleh DOC atau anak ayam. Pembatas dapat juga berfungsi sebagai pembatas gerak ayam. Yang kita pelihara agar pertumbuhan dapat maksimal. Pembatas  bisa terbuat dari seng plat setinggi 45 - 60 cm, papan, kayu reng, bambu atau tripleks.
Penggunaan yang efektif adalah seng flat, karena mudah dibentuk dan dapat menyerap panas yang dibutuhkan oleh DOC. Namun, untuk  skala besar agar merepotkan dalam pembuatan dan pengaturan luas brooding selama masa pertumbuhan.

3. Litter
Yang dibutuhkan berikutnya adalah litter atau alas DOC. Untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan ayam pada fase starter dibutuhkan tempat yang nyaman dan tidak mengganggu apalagi mencederai anak ayam sehingga dibutuhkan tempat yang baik, maka digunakan. Litter. Litter ini disarankan memiliki ketebalan 5 - 7 cm dengan  Asumsi bahwa ketahanan dari kondisi basah lebih lama yaitu bisa bertahan sampai umur ayam 10-15 hari bahkan bisa sampai panen pada kandang lantai. Litter bisa terbuat dari sekam padi, serum gergaji, jerami padi yang sudah dicincang terlebih dahulu.

4. Koran bekas
Berfungsi sebagai pembatas antara DOC dengan litter. Karena DOC belum mampu membedakan pakan dan litter maka di gunakan kertas koran agar litter tidak termakan. Selain itu, kertas koran juga berfungsi sebagai penyerap air dari kotoran atau air tumpahan minum agar tidak langsung menyerap ke litter.
Kertas koran di hampa sedemikian rupa dengan ketebalan 7 lapis. Setiap lapis akan dibuka setiap pagi hari bersama dengan otoran ayam yang sudah menempel. Setelah semua lembaran koran hbais yaitu setelah 7 hari atau kurang, anak ayam sudah mampu membedakan pakan dengan litter.

5. Tempat pakan dan tempat MINUM.
Jumlah yang perlu disiapkan adalah sesuai populasi yang dipelihara, dengan mengacu pada setiap tempat pakan dan air minum mampu menampung anak ayam sebanyak 50 - 75 ekor. Sehingga jika kita memelihara 100 ekor dibutuhkan 2 sampai 3 tempat pakan demikian juga tempat minumnya.
Pengaturan tempat minum dan tempat pakan dalam brooding harus selang seling dengan tujuan agar anak ayam mudah menemukan pakan dan air minumnya.

6. Pemanas atau disebut brooder.
Pemanas bisa terbuat dari macam - macam tergantung bahan bakar yang kita gunakan. Ada beberapa macam atau jenis Pemanas dengan bahan bakarnya masing-masing yaitu :
A. Gasolek, terbuat dari baja dilengkapi dengan infra Red sebagai sumber panas. Bahan bakar yang digunakan adalah gas.

B. Semawar, hampir sama dengan Gasolek berbahan bakar gas, namun bentuknya berbeda. Kalau Gasolek berbentuk persegi atau persegi panjang sedangkan  Semawar berbentuk seperti patung atau parabola terbalik.

Kemampuan kedua jenis Pemanas ini adalah setiap 1 buah dapat menyediakan panas untuk 500 - 1000 ekor anak ayam

C. Pemanas manual berbahan bakar batu bara atau briket. Pemanas ini berbentuk silinder tinggi kurang lebih 1 meter dengan diameter 20 - 30 cm. Untuk 1 buah dapat digunakan maksimal 500 ekor.

D. Pemanas manual berbahan bakar kayu bakar. Biasanya terbuat dari drum yang dibagi 2 bagian. Kapasitasnya sama dengan yang berbahan bakar batu bara yaitu maksimal 500 ekor per unit.

Kelebihan Pemanas manual ini adalah lebih hemat jika bahan bakar  tersedia, seperti untuk wilayah Kalimantan masih tersedia dengan baik. Kekurangannya, terutama untuk berbahan kayu bakar, setiap 2 jam harus diisi lagi agar apinya tidak mati. Jadi memerlukan tenaga ekstra.

E. Lampu pijar. Selain bahan bakar gas atau kayu bakar atau batu bara, dapat juga menggunakan listrik dengan bola lampu pijar. Jumlah watt yang digunakan juga berkisar 40 - 50 watt, setiap 1 lampu mampu menyediakan panas untuk 20 - 25 ekor anak ayam.

Setiap Pemanas yang digunakan silahkan dipilih sesuai kebutuhan dan ketersediaan di daerah masing-masing.

Ketinggian Pemanas dari anak ayam juga bervariasi berdasarkan jenis Pemanas, seperti Gasolek dan Semawar digantung dengan ketinggian 1 - 1,5 meter dari punggung DOC. Sedangkan untuk pemanasan manual diletakkan di tengah-2 kerumunan anak ayam. Lain lagi lampu pijar, digantum setinggi 10-20 cm dari anak ayam.

7. Termometer,
Digunakan untuk mengukur suhu brooding agar sesuai dengan kebutuhan anak ayam, yaitu suhu 33 - 35 derajat celsius. Jika suhu dibawa 33 maka Pemanas perlu ditambah atau dibesarkan apinya, tetapi jika lebih dari 35 derajat perlu pengurangan atau pengkondisian lain agar suhu tetap terjaga pada standar yang dibutuhkan ternak.

Adapun teknik mengetahui kebutuhan panas sesuai atau tidak dengan anak ayam adalah dengan melihat kondisi anak ayam itu sendiri.

A. Jika anak ayam bergerombol dan berkumpul di bawa atau disamping Pemanas, maka bisa dipastikan kebutuhan panas belum terpenuhi

B. Jika anak ayam menjauhi bahkan cenderung menepis di pembatas, maka keadaan brooding terlalu panas.

C. Jika anak ayam menyebar rata didalam brooding tanpa berkumpul di satu tempat, bisa diartikan bahwa kondisi ini pas dan sesuai dengan kebutuhan anak ayam

8. Tirai dalam.
Untuk menjaga kondisi dan keamanan anak ayam yang kita pelihara diperlukan juga tirai dalam yang dapat menggunakan terpal atau plastik tebal. Hal ini berfungsi agar panas yang dihasilkan tetap berada didalam brooding, selain itu menjaga agar udara dingin dari luar kandang tidak masuk ke dalam kandnag.

9. Lampu penerang.
Setiap brooding atau kandang membutuhkan pencahayaan yang mencukupi agar aktifitas dalam kandang dapat dilakukan dengan baik. Selain untuk aktifitas peternak, pencahayaan juga dibutuhkan oleh anak ayam untuk mendapatkan atau menemukan pakan yang disiapkan. Kebutuhan pencahayaan untuk ayam umur 1 - 4 hari dibutuhkan 24 jam lamanya. Selanjutnya diatur sesuai kebutuhan.

10. Pakan dan air minum.
Selama masa brooding dibutuhkan pakan dan air minum yaitu setiap 1 ekor membutuhkan pakan sebanyak 30 gr/ekor/hari diberikan sebanyak 9 kali sehari atau setiap 2 jam. Sedangkan untuk air minum disiapkan 2 kali dari kebutuhan pakan.

Pada saat DOC datang, air minum di campur dengan gula sebanyak 2% yang bertujuan untuk mengembalikan tenaga anak ayam selama dalam perjalanan. Selain itu untuk menyembuhkan  Stres yang dialami selama perjalanan dan penanganan  pada saat datang. Air gula diberikan hanya dalam jangka waktu 1 jam saja. Setelah itu, diberikan  Air minum biasa.

11. Timbangan
Timbangan berfungsi untuk menimbang DOC + BOX, BOX, pakan, gula, Bobot Badan mingguan anak ayam. Hal ini untuk memenuhi dan mengontrol pertumbuhan ayam yang kita pelihara.

12. Korek
Berfungsi untuk menyalakan pemanas

13. Tali rapiah
Digunakan untuk mengikat tirai pada saat program buka tutup tirai, menggantung Pemanas, menggantung tempat pakan dan tempat minum serta untuk keperluan lain pada kegiatan pemeliharaan.

14. Vaksin dan perlengkapannya.
Vaksin disiapkan untuk kegiatan vaksinasi. Vaksinasi dilakukan pada umur antara 4 - 7 hari menggunakan vaksin ND (New Castle Desease) atau untuk mencegah penyakit ND / tetelo. Vaksin ini diaplikasikan pada mata anak ayam, diusahakan agar seragam pada salah satu mata saja.
Perlengkapan vaksin yang disiapkan adalah termos vaksin, vaksin, larutan dappar dan es batu.

15. Penjepit
Penjepit berfungsi untuk menjepit sekuat seng yang digunakan agar tidak rebah dan sebagai Penjepit antara sambungan seng. Penjepit yang digunakan sebanyak minimal 4 buah dengan asumsi setiap sudut atau arah 1 buah.

16. Sapu lidi
Sapu lidi disiapkan untuk digunakan meratakan liter agar rata.

Demikian persiapan brooding yang harus disiapkan sebelum DOC atau anak ayam datang. Semua perlengkapan dan kebutuhan brooding sudah siap 2 - 3 jam sebelumnya. Demikian juga Pemanas sudah dinyalakan pada waktu tersebut dna suhu brooding sudah stabil.

Semangat belajar, semoga bermanfaat

Komentar

  1. Wah banyak istilah-istilah peternakan ya, ini mengajar SMK atau SMA?

    BalasHapus
    Balasan
    1. SMK jurusan Peternakan.
      Iya.. Banyak sekali istilah yang harus dipahami.. Hhehe

      Hapus
  • Sitatur Rohmah8 Agustus 2019 04.35

    Wah.. Ini materi baru banget buat saya. Menarik ya ternyata beternak ayam. Jadi, untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan ayam pada fase starter dibutuhkan tempat yang nyaman ya? Jangan sampai terluka, terinjak atau malah dipatuk pemangsa.

    Thanks artikelnya mbak

    BalasHapus
  • Nurul Fitri Fatkhani8 Agustus 2019 04.51

    Perlengkapan dan peralatan untuk memelihara ternak unggas lumayan banyak juga ya.
    Jadi inget dengan tetangga yang kerja di peternakan, pernah suatu malam harus pergi ke peternakan karena pemanasnya kurang berfungsi, bahaya bagi anak-anak ayamnya ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Kalau manajemen kurang baik pada awal pemeliharaan pengaruh pada hasil dan bobot diakhir. Bisa sampai merugi

      Hapus

Development Is Supported By

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelas XI ATU : Agribisnis Unggas Pedaging

Persiapan Brooding
Brooding adalah tempat pemeliharaan anak ayam yang disesuaikan kondisinya dengan kebutuhan anak ayam sebagaimana ketika ikut dengan induknya.
Kebutuhan anak ayam yang diperlukan adalah
1. Suhu sekitar 33-35 derajat celcius
2. Pakan dan air minum yang sesuai ada terus menerus (adlibitum)
3. Kondisi brooding nyaman, aman dan steril
4. Mudah dalam penanganan oleh peternak

Pada materi sebelumnya sdh dibahas tentang kebutuhan peralatan brooding yang harus disiapkan. Kali ini membahas hasil praktek membuat brooding.
Setelah semua peralatan tersedia, dihitung kebutuhan masing-masing peralatan sampai membuat brooding yang ideal buat anak ayam.

Kegiatan Praktek pun sudah dilakukan oleh kelas XI ATU dan hasilnya menjadi tugas laporan bagi setiap peserta didik.

Bagi peserta didik kelas XI ATU SMKN 6 Berau silakan diceritakan hasil praktek di kolom komentar. Setiap siswa menulis hasil praktek yang telah dilakukan.

Ditunggu tugasnya ya di komentar


XI ATU Agribisnis Ternak Unggas pedaging

Masih tahap persiapan kandang.

Ya...
Persiapan kandnag sangatlah penting agar sesuai dengan kebutuhan ternak yang akan dipelihara. Terutama untuk ayam pedaging yang cenderung rentan dan tidak tahan dengan kondisi yang tidak sesuai.
Soo.
Kita masih lanjut persiapan kandnag.
Yang dikerjakan hari ini adalah
1. Membersihkan lingkungan kandang, semua semak belukar yang ada disekitar kandnag dibersihkan menggunakan parang atau arit sehingga rumput-rumput liar tidak tambah menutup bagian kandang. Tujuan lain pembersihan lingkungan kandang adalah agar udara bebas masuk ke dalam kandnag tanpa terlindungi semak belukar.

2. Membersihkan selokan atau saluran air, bertujuan untuk mencegah air tidak mengalir atau tergenang yang dapat mengakibatkan jentik nyamuk berkembang biak dan dapat mengganggu kesehatan ternak yang akan dipelihara. Selain itu, bertujuan untuk mengatur aliran air terutama air pencucian tempat minum nantinya yang dapat menyebabkan sumber penyakit.

3. Yang ketiga yang dilakukan ad…